Jumat, 12 September 2014

Chin Up. You're worth it.



Aku tau ini bakal jadi moment yang aku rindukan beberapa hari kedepan.
aku belum bisa terima bahagiaku bakal langka lagi.
aku seperti masih benar benar ga siap nerima bahwa aku harus kembali hidup sendiri, harus kembali melewati setiap malam ku dengan air mengalir di pelupuk mata. aku harus berhadapan dengan masalah terbesar dalam hidupku. Aku belum siap. Aku belum siap, Aku belum siap Tuhan.
Aku masih ingin berlama-lama merasakan semua kebahagiaan di tempat ini.

Satu harapan terbesarku, bisakah aku tetap bertahan lebih lama merasakan kembali kedamaian seperti ini Tuhan?
Aku paham bukan masalahku yang paling besar di dunia ini.
Aku mengerti Engkau memberi semua ini tidak lain karena Engkau juga tau aku mampu menghadapinya. Aku paham semua ini perlahan mendewasakanku. 

Tuhan yang Maha Penyayang,
Aku tak muluk untuk meminta Engkau menghapus setiap masalah ini.
Aku hanya ingin Engkau selalu menguatkanku dalam menghadapinya.

Tuhan Yang Maha Pengasih.
Biarlah aku menjalani semua kesedihan ini.
Tapi..
Aku mohon bahagiakan wanita yang paling kucintai di semesta ini.
Jaga dia, lapangkan liang lahatnya.
Sayangi dia sebagaimana dia menyayangiku.
Tempatkan dia disisi terbaik-Mu.

Tuhan Yang Maha Segalanya,
Terimakasih karena Engkau selalu ada disaat yang lain tidak ada,

Demi masa depan, demi lekuk senyum orang orang yang paling berarti di dunia ini,
Aku harus bertahan melewati semua ini.
Aku harus bisa bertahan. harus bisa bertahan. harus bisa. HARUS BISA.
Aku harus bisa mencapai semuanya. harus bisa. harus mampu. harus bisa.
Aku harus sukses. harus!
Walau tanpa kasih sayang yang seharusnya masih aku dapatkan.
Walau tanpa support penuh dari mereka.
Walau dengan air yang menetes di pelupuk mata.
Walau tanpa ibuku.
Meski di temani beban fikiran.
Meski tanpa semua itu.
Aku masih dan akan selalu punya Tuhan yang tak pernah meninggalkanku.
Karena Dia lah sebaik baiknya tempat berharap.

Breathe in Breathe out.
I can trough this.
Doakan aku bisa berjuang melawan kenyataan.




0 komentar:

Posting Komentar