Jumat, 11 Juli 2014

10 July '14

Siang tadi buat aku mengerti kalo ga selamanya berada di lapangan dengan terik matahari itu sesuatu yang menyebalkan.

Banyak yang mesti di syukuri tiap detik yang di laluin ini.
Kali ini aku bener-bener berharap waktu bisa berlalu lebih lama.
Berharap bisa stuck di saat indah ini.
Bisa selalu berdiri beberapa senti dari tubuhmu.
Ya Tuhan betapa itu yang ku idam idamkan.
Beberapa hari ini buat aku bahkan ga bisa menghitung berapa kali aku bisa lebih leluasa memperhatikan detail pelangi terbalik di wajahmu.
Aku hafal betul caramu menyapa sesama..
Kau pendiam yang paling handal karena begitu saja kau bisa membuat banyak mata terpana, tak terkecuali aku.
Aku tau tak semua orang sadar bahwa dirinya sering jadi pusat perhatian.
Banyak yang tak sadar selalu ada yang memperhatikan dari sudut sudut yang tak terungkap.
Salah satunya kau..
Aku suka caramu membuat lekuk senyum di pipi chabi itu..
Aku suka caramu menaikkan alis sambil tersenyum simpul sekilas mata.
Aku suka caramu menjaga predikat cowok cool mu.
Aku suka sifat jaim sejagad raya itu.
Ya Tuhan betapa indah Kuasa-Mu menciptakan sosok sepertinya.
Temanmu bilang kau suka berkelakar gila dengan mereka.
Walau disisi lain mereka juga bilang kau memang paling dingin.
Apalagi sama secret admirer mu yang satu ini.
Aku merasa gila sangat sangat gila.
Kadang aku bingung setan apa yang merasuki ku,
Bagaimana bisa aku punya nyali menyapa mu tuan madridista
Aku makin gila makin makin gila
Kenapa ya bisa bisa nya di jawab ‘iya’ aja rasanya bahagia semeringah.
Ya Tuhan kebahagiaan seperti apa ini?
Aneh sekali rasanya.
Heran nya kadang ketika aku lagi butuh moodbooster
Kau itu seakan akan tau apa yang aku butuhin.
Lihat tulisan blablabla changed display picture, Cuma itu emang tapi bisa buat simpul refleks itu muncul. Simple bukan?
Harusnya beberapa orang sadar kadang yang kau anggap sepele bisa jadi paling berarti bagi seseorang.
Semakin ku ceritakan semua hal sepele darimu yang bisa buatku terbang ke awan semakin terlihat gila aku di mata orang orang.
Dan aku hanya bisa tertawa, bukan aku yang terlalu gila.
Hanya saja mereka belum merasakan ini semua.
Belum pernah ku temukan sosok sepertimu yang paling bisa buat ku tersenyum natural.
Matahari itu membuatmu berpeluh keringat.
Tapi kau semakin sempurna bagiku.
Dari sudut yang tak terungkap itu aku bahagia kala itu
Dunia seperti berpihak untukku.
Kenapa?
Karena aku bisa dengan jelas memandangimu dari kejauhan di bawah terik yang sama.
Kita sama sama merasakan sengatan sinar mentari, sama sama berpeluh keringat.
Tapi aku yakin kau tak sedang merasakan apa yang ku alami ini.
Aku masih ingat jelas kronologis kejadian kemarin siang.
Aku berlari tak tentu arah hingga terhenti di hadapan seseorang.
Siapa?
Itu KAU
Ya Tuhan Bantu aku mengatur nafas ini, jangan biarkan nadi ku terhenti.
Jangan biarkan merah muda itu menjalar di pipi, ini akan sangat memalukan.
Jangan hancurkan usaha ku selama ini yang cukup kuat berpura-pura dia tak penting di hidupku.
Ayo berbalik arah lah dan menjauh dari dia yang membuat larimu terhenti.
Aku belum terlambat berbalik arah kan?
Apa kau sudah menangkap basah gerak gerik ku yang seketika salah tingkah?
Apa kau sempat mendengar detak jantung ku yang semakin cepat?
Apa kau sudah melihat merah muda yang menjalar dipipiku?
Tak mungkin lah kau sadar itu semua, kau saja tak pernah tau bagaimana tingkah gilaku selama ini.
Satu hal yang tak bisa ku tutupi.
Aku tak pernah bisa mengajakmu ngobrol sepatah kata pun.
Itu yang membuat ku merasa tak cukup handal jadi secret admirermu.
Padahal bukan tak sering aku berkhayal terlalu tinggi.
Andai aku bisa berada di posisi mereka yang bisa bergurau di sampingmu.

Dan semua hanya berakhir di “Andai”


0 komentar:

Posting Komentar